twitter
rss



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...Jangan
pernah menilai seseorang dengan melihat
masa lalunya .. Betapa banyak diantara kita
yang memiliki masa lalu yang kelam, jauh
dari sunnah, jauh dari hidayah, tenggelam
dalam dunia yang menipu, terombang- ambing dalam kemaksiatan yang nista ...

Bukankah banyak sahabat radhiallahu
‘anhum yang dahulunya pelaku
kemaksiatan, peminum khamr, bahkan
pelaku kesyirikan ..?

Akan tetapi tatkala cahaya hidayah
menyapa hati mereka, .. jadilah mereka
generasi terbaik yang pernah ada di atas
muka bumi ini ...

Bisa jadi anda salah satu dari mereka para
akhwat dan ikhwan yang memiliki masa lalu
yang kelam, yang mungkin saja
kebanyakan orang tidak mengetahui masa
lalu kelam anda ..

Sebagaimana anda tidak ingin orang lain
menilai anda dengan melihat masa lalu
kelam anda, maka janganlah anda menilai
orang lain dengan melihat masa lalunya
yang buruk ...

Yang menjadi patokan adalah kesudahan
seseorang, kondisinya tatkala akan
meninggal, bukan masa lalunya ...

Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda “Amalan-amalan itu tergantung
akhirnya ...” (HR Bukhari).

Subhanallah wabihamdihi
Subhanakallahumma Wabihamdika
Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ....


Assalamu'alaikum....

1. Istri shalehah yang jika di pandang membuatmu semakin sayang.

2. Jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.

3. Kendaraan yang baik yang bisa menghantar kemana kamu pergi dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.

 TIGA PERKARA YANG MEMBUATNYA SENGSARA...

1. Istri yang tidak membuatmu bahagia jika dipandang dan ia tidak bisa menjaga lidahnya.

2. Ia tidak membuatmu merasa aman jika kamu pergi, karena tidak bisa menjaga kehormatan diri dan hartamu.

3. Kendaraan rusak yang jika di pakai hanya membuatmu lelah dan jika di tinggalkan tidak bisa menghantarmu pergi, dan rumah yang sempit yang tidak kamu temukan kedamaian di dalamnya.

ALLAH menjadikan penyebab KESENANGAN adalah Keberadaan seorang Istri.

Andaikan penyebab tumbuhnya Cinta adalah Rupa yang elok, tentunya yang tidak mempunyai keelokan tidak dianggap baik sama sekali.

Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang Buruk rupanya, padahal dia juga mengakui keelokan yang lain. Meski begitu tidak ada kendala apa-apa di dalam hatinya.

Karena Kecocokan AKHLAK merupakan sesuatu yang paling di Sukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segala-galanya.

Memang bisa saja Cinta tumbuh karena sebab-sebab yang tertentu, Karena Rupa, Harta, Tahta dan sebagainya, Tetapi Cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab.

APA ARTINYA KECANTIKAN ?? Jika Kecantikan dan mempercantik diri tidak dapat menjamin Utuhnya cinta dalam Pernikahan.

Semoga bermanfaat...


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ... Amal
Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang
terus mengalir pahalanya, walaupun orang
yang melakukan amalan tersebut sudah
wafat. Amalan tersebut terus memproduksi
pahala yang terus mengalir kepadanya.

Hadis tentang amal jariyah yang populer
dari Abu Hurairah menerangkan bahwa
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak
Adam (manusia) wafat, maka terputuslah
semua (pahala) amal perbuatannya kecuali
tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman faat, dan anak
saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas,
ada lagi beberapa macam perbuatan yang
tergolong dalam amal jariah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW
bersabda, "Sesungguhnya diantara amal
kebaikan yang mendatangkan pahala
setelah orang yang melakukannya wafat
ialah ilmu yang disebar luaskannya, anak
saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab- kitab keagamaan) yang diwariskannya,
masjid yang dibangunnya, rumah yang
dibangunnya untuk penginapan orang
yang sedang dalam perjalanan. sungai
yang dialirkannya untuk kepentingan orang
banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Di dalam hadis ini disebut tujuh macam amal
yang tergolong amal jariah sebagai berikut.

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan
yang bermanfaat, baik melalui pendidikan
formal maupun nonformal, seperti diskusi,
ceramah, dakwah, dan sebagainya.
Termasuk dalam kategori ini adalah me
nulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.

2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh.
Anak yang saleh akan selalu berbuat
kebaikan di dunia. Menurut keterangan
hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh
anak saleh pahalanya sampai kepada
orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang
diterima oleh anak tadi.

3. Mewariskan mushaf (buku agama)
kepada orang-orang yang dapat
memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan
masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Hal ini sejalan
dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa
yang membangun sebuah masjid karena
Allah walau sekecil apa pun, maka Allah
akan membangun untuknya sebuah rumah
di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Orang yang membangun masjid tersebut
akan menerima pahala seperti pahala
orang yang beribadah di masjid itu.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi
orang-orang yang bepergian untuk
kebaikan. Setiap orang yang
memanfaatkannya, baik untuk istirahat
sebentar maupun untuk bermalam dan
kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang
yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke
tampat-tempat orang yang
membutuhkannya atau menggali sumur di
tempat yang sering dilalui atau didiami
orang banyak. Setelah orang yang
mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran
dan dimanfaatkan orang yang hidup maka
ia mendapat pahala yang terus mengalir.

Semakin banyak orang yang memanfaat­
kannya semakin banyak ia menerima
pahala di akhirat. Rasulullah SAW
bersabda, "Barangsiapa membangun
sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau
burung yang kehausan, maka Allah akan mem berinya pahala kelak di hari
kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu
Majah).

7. Menyedekahkan sebagian harta.
Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan
mendatangkan pahala yang berlipat
ganda.

( ♥ Semoga Bermanfaat ♥)

Lima Perbedaan Nafsu Dan Cinta

1. Cinta itu membahagiakan, Nafsu itu membahayakan Cinta yang sebenarnya selalu menunjukkan jalan atau arah menuju kebahagiaan bagi orang-orang yang menjalaninya. Seorang pecinta yang sudah menemukan dan memahami makna cinta sejati dalam dirinya akan berada pada kondisi yang membahagiakan. Sebaliknya, orang-orang yang terkecoh dengan nafsu dan menganggap nafsu adalah cinta akan berada dalam kondisi yang membahayakan.Kita tidak bisa memungkiri, di mana ada kebaikan, di situlah setan menggoda manusia agar terjerumus ke dalam keburukan.

Cinta dan nafsu seperti dua sisi dari mata uang yang sama. Cinta adalah sisi positif, nafsu adalah sisi negatif dan uang itu adalah hubungan. Seseorang yang mencintai pasangannya dengan sebenar benarnya cinta akan mengarahkan hubungannya menuju kebahagiaan sejati dengan cara menjaga dan menyayangi pasangannya. Tanpa bermaksud untuk merusak dan menyakiti. Lain halnya dengan orang-orang yang menjalin hubungan dengan landasan nafsu, mereka akan membawa hubungannya kearah kebahagiaan yang semu dan hanya berorientasi pada fisik, dalam hal ini sex. Yang justru akan menjerumuskan mereka ke dalam situasi yang membahayakan.

2. Cinta bikin kita ketawa, Nafsu bikin kita kecewa Kalau diibaratkan hubungan seperti sawah, maka cinta adalah padi dan nafsu adalah rumput liar. Nah, ketika ketika seseorang menanam padi (cinta) di sawah (hubungan) maka secara otomatis akan tumbuh juga rumput liiar (nafsu). Kalau orang itu sudah mengetahui dan memahami apa itu padi (apa itu cinta), maka dia akan segera memangkas rumput liar itu (nafsu) yang tumbuh di sawahnya (hubungan). Ketika tiba masa panen, orang ini akan menuai hasil sawahnya (hubungan) yang ditanami padi (cinta) itu tadi berupa buah padi (kebahagiaan). Lain dengan orang-orang yang terkecoh yang menyangka rumput liar (nafsu) sebagai padi (cinta). Mereka akan memelihara rumput liar (nafsu) dan tanaman padinya (cinta) akan mati. Pada saat panen, tentu yang mereka dapat hanyalah sekarung rumput liar (nafsu) yang tidak enak dimakan (kekecewaan).

3. Cinta selalu ingin memberi, Nafsu hanya ingin diberi Saya rasa maksud dari poin ketiga ini sudah jelas. Cinta adalah memberi. Ketika seseorang menjalin hubungan atas dasar cinta maka hal pertama yang dilakukannya adalah memberikan yang terbaik kepada pasangannya, bukan ingin diberi. Logikanya, kalau kita dan pasangan sama-sama ingin memberi (kita ingin memberi kepada pasangan dan pasangan ingin memberi kepada kita) secara otomatis keduanya akan menerima. Tapi kalau kita dan pasangannya inginnya diberi (pasangan ingin diberi dan kita juga ingin diberi) lalu siapa yang akan memberi..? Pada akhirnya yang terjadi justru tidak ada yang akan diberi karena tidak ada yang ingin memberi.

4. Cinta ingin menyayangi, Nafsu ingin menggerayangi Bagaimana cara kamu memperlakukan pasanganmu?
Dan bagaimana cara pasanganmu memperlakukan kamu? Ini adalah cara termudah untuk membedakan mana cinta, mana nafsu..?

Landasan seseorang dalam menjalin hubungan akan sangat menentukan pada bagaimana cara orang tersebut memperlakukan pasangannya. Orang yang menjalin hubungan dengan landasan cinta akan senantiasa memperlakukan pasangannya dengan cara-cara yang baik. Menjaga, menyayangi, memperhatikan dan selalu memberikan yang terbaik. Sebaliknya orang orang yang menjalin hubungan karena nafsu cenderung memperlakukan pasangan ke arah fisik. Setiap kali bertemu, inginnya menciumi dan diciumi, setiap kali berdua inginnya dipeluk dan memeluk, digerayangi dan menggerayangi, dan yang lebih parah lagi kalau sampai kearah hubungan sex.

5. Cinta yang terbaik, Nafsu yang terbalik Cinta selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan dan selalu memperlakukan pasangan dengan cara-cara yang baik. Bagaimana dengan nafsu..? Sebaliknya, nafsu selalu ingin diberi dan cenderung memperlakukan pasangan ke arah yang menyesatkan
Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir...


Sahabatku….
Tahukah kau arti menjaga hati itu?
Menjaga hati untuk orang yang kita sayangi
Mengapa…? Agar perasaan ini tetap untuknya dan hanya untuknya….
Karena pemilik hati ini sudah mengamanahkannya untukmu
Agar kau jaga dan terus kau jaga
Sampai kau tak akan merubahnya selamanya
Sanggupkah kau sahabatku…?
Sedangkan disekelilingmu banyak sekali godaan
Godaan yang mampu menggoyahkan hatimu untuk berbalik dari hatinya….
Dan akankah rasa itu tetap atau bertambah…?
Atau juga berkurang dengan seiring waktu
Karena CINTA adalah AMANAH
Jagalah ia… Tersenyumlah padanya….
Karena itu adalah anugrah terindah dari Alloh swt…





Jazilatul Hasanah