twitter
rss

Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:

1. Penuh Pengertian ...

Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya.

Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan.

Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia.

Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya.Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.

2. Setia ...

Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan.

Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.

Tapi seorang istri yang baik dan soleh tidak akan pernah mengingat hari-hari ulang tahun tapi akan mengatakan, “Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."

3. Sabar dan Pemaaf ...

Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya.

Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Ini seperti pesan Ilahi: “Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang.” (QS. al-Balad);

“Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS. at-Taghabun)

4. Teguh Hati dan Bersemangat ...

Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah.

Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.

Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.

5. Romantis ...

Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.

Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).

6. Rapi dan Wangi ...

Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.

Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin … pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.

Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.

7. Ceria dan Ramah ...

Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya.

Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak.

Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang …Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri.

Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.

8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi ...

Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya.

Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.

Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat “suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk”). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.

Wallahu’alam bishshawab, ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS ...

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR ...

Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR ...

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata ...

Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan ...

Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit ...

Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN ...

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN ...

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN ...

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN ...

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN ...

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI ...

Tetap semangat ….
Tetap sabar ….
Tetap tersenyum …..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN ...

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN” ...

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan ...

MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA ...

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...


Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan, melainkan yang bisa membuat sang Hawa merasa tercantik di dunia.

Lelaki tercinta bagi wanita, dia yang prasangka tak mengalahkan budi pekertinya; yang kemarahannya tak mengunci pintu maafnya.

Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar, melainkan yang mampu mendengarkan, memahami dan mengerti curahan hatinya.

Lelaki teragung di jiwa wanita, bukan hanya yang rajin sholatnya, melainkan yang ketekunan ibadahnya membuahkan akhlaq mulia.

Lelaki tershalih bagi wanita, buka sekedar yang banyak ilmu agama dan hafal Al Qur'an, melainkan yang kedua hal itu terjemah di kepribadiannya.

Lelaki tershalih bagi wanita, bukan yang sekedar banyak ilmu agama dan rajin ibadahnya tapi juga yang paling mulia akhlaqnya.

Lelaki hebat tak suka berjanji, tetapi memutuskan mencinta, dia menyusun rencana untuk memberi dan bekerja mewujudnya walau tersunyi.

Lelaki mengagumkan berkorban jiwa raga tuk sempurnakan karakter.

Lelaki terhebat bagi wanita bukanlah yang mampu membelikan segalanya tapi yang ada di sisi, setia dalam tangis dan tawanya.

Lelaki terkaya di angan wanita bukanlah yang terbanyak hartanya, melainkan dia yang penuh syukur pada Tuhannya, berjuang bagi keluarga.

Lelaki sejati memilih bangun dan bukan jatuh untuk cintanya. Agar cintanya menjadi istana megah menjulang, tinggi menggapai surga.


 
Ahli biologi Amerika bercerita, “Ada orang yang memiliki seekor kucing. Tiap hari kucing itu diberi makan. Namun tiap kali kucing diberi makan, ia tidak pernah kenyang dan masih saja suka mencuri makanan di rumah. Untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada kucingnya, ia menyelediki kucing tersebut secara diam-diam. Ternyata kucingnya setelah mencuri makanan di rumah, bukan untuk mengisi perutnya yang belum kenyang, melainkan ia mencuri makanan itu untuk diberikan kepada kucing lain yang buta.”

Subhanallah.

Bagaimana bisa seekor kucing mengerti masalah kepekaan sosial, dan bisa membantu temannya yang buta.

Maha Benar Allah dalam firman-Nya yang berbunyi, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS. Hûd [11]: 6)
-------------------------------------------------


1. Hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.

2. Jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)

3. Jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istri mu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia & kau akan merasa seperti di surga.

4. Besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

5. 2 org yg tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.

6. Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkan mu dan punya pria idaman lain di belakangmu.

7. Banyak istri yang baik. Tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali..

8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan istrinya.




Kisah ini membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt.

Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw? Insya Allah, Bermanfaat dan dapat dipetik Hikmahnya.

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid.

Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.
Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ.

Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya.

Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.

Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.


Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.
" Wassalam,

RENUNGAN: buat para wanita.

Mohon maaf bukan niat hati untuk menghakimi teman-teman yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja
sesama umat islam khususnya wanita,,"

JILBAB itu bukan sunah tapi wajib,,wajib,,wajib.. sebagaimana seperti wajibnya shalat 5 waktu..
JILBAB itu bukan tradisi arab tapi perintah Allah & rasulullah..

sebagaimana Allah perintahkan dlm Al-quran
Allah berfirman:
" Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anakmu yang perempuan dan isteri-isteri orang Mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ”. yang Demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi maha Penyayang ". (Terj. QS. Al-Adzhab :59).

Keharusan kaum wanita memakai kerudung kepala tertera dalam surat An Nur ayat 31 yang cukup panjang, yang penulis kutip satu baris saja, yang berbunyi sebagai berikut. : “Katakanlah kepada wanita yang beriman Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung kepalanya sampai kedadanya”

Perintah Allah diatas adalah jelas dan tegas yang wajib hukumnya bagi kaum wanita sebagaimana dinyatakan Allah pada pembukaan surat An Nur yaitu : “Inilah satu surah yang Kami turunkan kepada rasul dan Kami wajibkan menjalankan hukum-hukum syariat yang tersebut didalamnya. Dan Kami turunkan pula didalamnya keterangan-keterangan yang jelas, semoga kamu dapat mengingatnya”.

Dari bunyi ayat diatas jelaslah wanita yang tidak memakai kerudung telah melakukan dosa yang besar karena ingkar kepada hukum syariat Islam yang diwajibkan oleh Allah.

Imam Ali ra berkata:
“Saya dan Fathimah menghadap Rasulullah saw dan kami melihat beliau dalam keadaan menangis tersedu-sedu dan kami berkata kepada beliau: “Demi ayah dan ibuku sebagai jaminanmu, apa yang membuat anda menangis tersedu-sedu?”
Rasulullah bersabda:
“wahai Ali pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit ,aku melihat wanita–wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu, sejak aku melihat pedih-nya azab dan siksa mereka, aku menangis.

Kemudian beliau bersabda:
1. Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.

Rasulullah saw bersabda:
“Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.
Sepenggal cerita Ali ra diatas dari 11 sabda Rasullullah mengenai wanita yang masuk neraka menerangkan dengan jelas bahwasanya seorang wanita akan masuk neraka jika tidak menutupi rambutnya atau memakai jilbab(Hijab)

Mungkin Kaum wanita sekarang menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil,bahkan ada yang bilang lebih baik tak memakai JILBAB dari pada memakai juga tak bisa menjaga kelakuannya"Kaum wanita menganggap yang terpenting hatinya dan bisa menjaga perilaku dan mengerjakan shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan.

Begitulah Nabi Muhammad S.A.W. menangisi nasib kaum wanita dari ummatnya nanti di akherat, tetapi sekarang kalau kaum wanita Islam disuruh memakai kerudung kepala, banyak alasannya ada yang mengatakan fanatik agama, sudah kuno tidak cocok dengan zaman, panas dan lain sebagainya.
Sikap kaum wanita di zaman sekarang sungguh bertolak belakang dengan sikap kaum wanita di zaman dahulu diwaktu ayat Al-quran kerudung kepala itu turun, sebagaimana diceritakan oleh Aisyah, istri Nabi Muhammad S.A.W. berikut ini : “telah berkata Aisyah : Mudah-mudahan Allah memberi rahmat atas perempuan-perempuan Muhajirat yang dahulu. Diwaktu Allah menurunkan ayat kerudung itu, mereka koyak kain-kain berlukis mereka yang belum dijahit, lalu mereka jadikan kerudung”.

Sikap wanita Islam di Madinah pada waktu turun-nya ayat kerudung itu, betul-betul cocok dengan seorang pribadi beriman, sebagai yang digambarkan Allah didalam Al-Qur’an, yaitu jika mereka mendengar ayat-ayat Allah dibacakan, mereka lalu berkata :”Kami mendengar dan kami patuh”.

Tetapi sekarang sikap sebagian wanita Islam zaman sekarang, jika dibacakan ayat mengenai keharusan memamakai Jilbab, mereka berkata :”Kami mendengar tetapi kami ingkar. ” Kalau begitu sikap kaum wanita Islam terhadap ayat Jilbab ini, betul tidak cocok dengan pengakuannya kepada Allah didalam shalat yang berbunyi sebagai berikut:

“La syarikallahu wabidzalika ummirtu wa anna minal muslimin. ” Yang artinya “Tiada syarikat bagi Engkau dan aku mengaku seorang muslimah”

Seorang wanita yang mengaku dirinya seorang muslimah, yaitu tunduk dan patuh kepada seluruh perintah Allah, harus berpakaian muslimah didalam hidupnya, yaitu terdiri dari jilbab dan pakaian yang menutup seluruh anggota tubuhnya, berlengan panjang sampai pergelangan tangannya dan memakai rok yang menutup sampai mata kakinya. Kalau mereka tidak berpakaian seperti diatas, mereka bukan disebut wanita muslimah. Jadi pengakuannya didalam shalat yang berbunyi :”Aku mengaku seorang muslimah” adalah kosong, dusta kepada Allah.

Seseorang yang bersumpah palsu saja dimuka pengadilan adalah berat hukumannya, apalagi seseorang yang berjanji palsu dihadapan Allah, tentu berat hukumannya didalam neraka, yaitu sampai digantung dengan rambutnya hingga mendidih otaknya.

Kaum wanita menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya sebagai bunyi Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya sbb: "Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi”.

"Semoga menjadi renungan kita bersama bahwa yang wajib itu tetap wajib hukumnya,,"

Kalau tidak mulai dari sekarang apakah kita akan menunggu hari lusa atau disaat kita sudah tua,,,?"

Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak menunggumu hari lusa besok atau tahun depan mungkin satu menit,jam atau hari esok kita telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut,,"dan kita benar-benar menjadi orang yang merugi setelah hari itu datang kepada kita,,"

Buat teman-temanku Berjilbab Yuks,,,,"memakai jilbab itu indah dan terhormat dimata manusia juga dimata ALLAH"

Nasehat dan teguran sangat ana harapkan demi kebaikan kita semua. Semoga kita termasuk orang yang menghidupkan AL'QURAN & Sunnah ketika banyak orang telah melupakan dan melalaikannya. Semoga Allah memberikan keteguhan kepada kita untuk bersabar di atas ketakwaan kepada-Nya hingga ajal tiba, Wallahul muwaffiq.
memohon ampun kepada Allah ta’ala atas segala kekurangan dan kesalahan yang ada, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin...

Sumber : Ayat-Ayat Cinta


“Dik, kalo kamu pacaran, terus dipegang-pegang tangan, wajah sampai hatimu, terus kamu putus, terus pacaran dan putus lagi, begitu sampai masa nikah, kamu gak boleh tersinggung loh kalo ditanya ” Sayang, kamu masih suci apa gak? Dari suci tangannya, wajahnya sampai hatinya dari sisa-sisa cinta kemarin” atau ditanya “Aku cinta mu yang ke berapa?”
Kalo dijawab yang kesekian biasa aja kali ya??! (malah mungkin sedih)
kalo dijawab, ” kamu lah yang pertama, pertama yang aku bolehin pegang tangan, wajah serta hatiku.”

Subhanallah, indahnya pelangi pun gak ada indah lagi… : )
Karena manusia tidak sempurna Dik, ^^ setiap manusia butuh yang spesial, bukan bekas pakai walaupun cuma dicolek-colek.

Kamu pilih-pilih laptop di toko elektronik terbagus, terkeren dan paling mentereng (yg cuma orang kaya bisa masuk) saja kamu pasti gak mau bawa pulang laptop yang udah kebanyakan dicoba dan dicolek pengunjung. Apalagi pasangan!

*Hidup itu pilihan-pilihan jalan, gerbang akhirnya sama ==> yaitu kematian, yang dibalik gerbang ada syurga dan neraka yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Maka PILIHLAH YANG BAIK-BAIK!
SEMANGAT ya ,,,,


Melangkah itu mudah, Namun mencari arah itu yang terkadang payah.

Mencari jalan itu mudah, Namun memahami destinasi itu yang susah.

Menyusuri susur itu mudah, Namun menuju noktah itu pasti mendatangkan lelah.

Dalam semua ini... Menjaga istiqomah itu yang palin susah, payah dan lelah.

Namun DIA amat paham, bagi hamba-NYA. DIA tidak meminta manusia menjadi yg terbaik, hanya perlu untuk melakukan yg terbaik, meletakkan sandaran dan keyakinan penuh kepada-NYA, lantas niscaya DIA akan menguruskan yang selebihnya. Agar yang terbaik itu menjadi milik manusia...

Semoga perjalanan kita senantiasa di dalam lindungan dan penjagaan Allah...

Aamiin Ya Rabba'alamiin


Jika berharap uang, yang datang utang
Jika pinta kemudahan, yang ada kesulitan
Jika doakan kesehatan, yang hampiri penyakit

Jangan kau tanya mengapa Tuhan tak kabulkan doa
Jangan kau paksa kapan Tuhan ijabahkan doa
Jangan kau heran mengapa Tuhan abaikan doa

Tapi tanyakan seperti apa tubuhmu bicara
tanyakan seperti apa hatimu berkata
Apa Subuhmu menjelang dhuha
Apa Dhuhurmu sisa waktu bisnismu
Apa Ashar-magribmu terlalu dekat
Apa Isyamu terkantuk karena mengantuk

Jangan salahkan Tuhan,
Jika kau kira bisa bebas berbuat dosa
lalu bisa putihkan dengan umroh tiap tahun

Jangan salahkan Tuhan,
Jika ayat suci dijadikan mantera dan jampi
Surat Yusuf agar anak ganteng
Surat Maryam agar anak cantik
Surat Rahman agar banyak rejeki
Entah surat apa agar mudah jodoh
Entah apa lagi agar lancar urusan

Dan jangan salahkan Tuhan,
Jika ayat-ayatNya menjadi isim dan jimat,
kantongi Quran mini kemanapun pergi,
stiker Ayat Kursi di jendela dan atas pintu
Jika titah Tuhan hanya beban
Jika urusan Tuhan hanya dagang
Jangan harapkan kecintaanNya akan datang

Cerita Ini berawal ketika pak tani dan kerbau membajak di sebuah sawah, dan kisah ini trjadi pada zaman dahulu kala, tentunya hewan zaman dahulu kala bisa berbicara sama seperti bahasa manusia..

Pada Suatu Hari, Pak Tani Yang Sedang membajak disawah yang tentunya bersama kerbau nya .
Mereka berdu'a sangat bekerja sama dalam membajak sawah...

Suatu hari, pada asyik2 nya membajak sawah..
Kerbau mendengar sebuah suara yang memanggil orang untuk shalat yaitu suara muadzin yang berkumandang yang memanggil orang-orang untuk melaksanakan shalat..

Allahu'akbar 2x.
Asyhadualla Ilaa Hailallah 2x.

Lalu Kerbau Mendengar suara trsbt lalu bertanya kepada pak tani.

Kerbau : Wahai Tuan, Suara apakah yang terdengar ditelingaku ini...
Pak tani menjawab : Itu suara muadzin yang mengumandangkan adzan,yang memanggil orang-orang untuk shalat.
Si Kerbau : iya terdiam..

Pak tani Melanjutkan : Sudahlah ayo kita lanjutkan kembali pekerjaan ini,tanggung nih tinggal sedikit lagi..

(Lalu mereka melanjutkan pekerjaan tersebut).

Tak Lama kemudian, terdengar kembali oleh si kerbau suara tersebut .
Si kerbau bertanya kepada pak tani dengan pertanyaan yang sama tentunya .

Kerbau : Wahai Tuan, Suara apakah Lagi yang terdengar ditelingaku ini ...
Pak Tani Menjawab : Ini suara muadzin Loh kerbau, iya memanggil orang untuk melaksankan shalat,dan sekarang sudah masuk waktu shalat..

(Lalu kerbau tak mau kalah,iya langsung menyahut kembali perkataan si pak tani).

Si Kerbau : Wahai Tuan, Jika tuan Tidak melaksanakan shalat , berarti tuan sama seperti saya ini (hewan)..

Pak tani : ##*****###---

Faedah nya :
Cerita ini menunjukkan bahwa hendaknya kita jika terdengar suara muadzin berkumandang , hendaklah kita memenuhi panggilan tersebut karena suara adzan trsbt memanggil orang untuk melaksanakan shalat,bukan memanggil hewan untuk shalat,tetapi memanggil orang-orang untuk melaksankan shalat..

Semoga cerita di atas bermanfaat buat pembaca yang budiman..

Bissmillahirrahmannirrahim

Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan
Berwudhulah kamu sebelum kamu diwudhukan
Dan sholatlah kamu sebelum kamu disholatkan
Tutuplah auratmu sebelum kamu ditutupkan dengan kain kafan yg serc putih.

Pada waktu itu tak guna lagi bersdih,walaupun orang yg hadir itu merintih
Selepas itu kamu akan diletakan di atas lantai
Lalu dilaksanakan sholat jenazah dengan 4 kali takbir dan 1 kali salam,beserta Al-Fatihah,solawat dan doa sebagai memenuhi Fardhu Kifayah

Tapi apakah 4 kali takbir itu dapat menebus segala dosa meninggalkan sholat sepanjang hidup?
Apakah sholat jenazah yg tanpa rukuk dan sujud dapat membayar hutang rukuk dan sujud yg telah luput?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian.

Justru KU(Allah) menyeru kepada sekalian muslimin dn muslimat
Usunglah dirimu ketikar sholat
Sebelum dirimu di usung keliang lahad
Menjadi makanan cacing dan mamahan ulat
Iringilah dirimu keMasjid sebelum kamu diiringi kepusara.

Tangisilah dosa2mu didunia,karena tangisan di alam Baqa tidak berguna
Sucikan dirimu sebelum kamu disucikan
Sadarkan dirimu sebelum kamu disadarkan oleh panggila Izrail yg menakutkan.

Ingatlah
yg kekal ialah Iman
Menjadi bekal sepanjang jalan
Menjadi teman diperjalanan
Guna kembali kepangkuan Tuhan
Pada hari itu,harta,tahta,jabatan,dan segala materi serta kekayaan yg kita miliki didunia tiadalah berguna.

Waallahu'alam

Salam ukhuwah ^_^